Video Ancam Serang Istana Presiden, Pengamat: Penanganan Terorisme Gagal
JAKARTA - Beredar video Ketua Grup Mujahiddin Indonesia Timur, Santoso serta Islamic State on Iraq and Syiria (ISIS) bakal menyerang Istana Presiden serta Polda Metro Jaya. Menyikapi lancangnya ancaman teroris itu, pengamat militer Laksda (Purn) Soelaman Ponto menilainya perlakuan terorisme dikerjakan aparat sampai kini dikira tidak berhasil.
" Berarti perlakuan teroris kita tidak berhasil, itu buktinya mereka berani melawan serta meneror polisi ataupun Istana, " tutur Soelaman pada Sikibet, Senin (30/11/2015).
Bekas Kepala Tubuh Intelijen Strategis (Kabais) TNI itu memberikan, bahwa usaha perlakuan terorisme yang sampai kini dikerjakan oleh polisi, Tubuh Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan TNI dapat dibuktikan tak efisien. Bahkan juga, ia menilainya perlakuan ketiga institusi itu pada teroris seperti memburu binatang.
" Sampai kini yang dikerjakan BNPT, polisi, serta TNI tidak berhasil. Sampai kini mereka (teroris) dikejar kaya binatang, " paparnya.
Alhasil, umum senantiasa disajikan tindakan penembakan yang dikerjakan oleh polisi maupun TNI. Tidak tidak sering, pihak yang dicap juga sebagai teroris juga malah tewas selesai dihadiahi timah panas oleh aparat.
" Sampai kini kita disajikan tayangan teroris selalu ditembak mati. Mereka (teroris) mempunyai anak istri, mungkin anaknya dendam serta jadi perpanjang siklus terorisme, " ujarnya.
Seperti di ketahui, grup teroris pimpinan Abu Wardah dengan kata lain Santoso bikin umum waswas. Pasalnya, mereka menebarkan rekaman nada bakal menyerang lewat media sosial.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment