UGM Bantu Desain Kebun Bunga Amaryllis agar Tak Rusak Lagi
YOGYAKARTA - Rusaknya kebun bunga amaryllis di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, disebabkan diinjak-injak pengunjung, menarik perhatian kelompok akademisi dari Kampus Gadjah Mada Yogyakarta (UGM).
Terkecuali berikan pertolongan duit tunai Rp5 juta pada yang memiliki, Sukadi, kelompok akademisi UGM Guyup Rukun juga berjanji menolong pengelolaan taman itu supaya terus dapat di nikmati pengunjung tanpa ada mengakibatkan kerusakan bunga.
" Kita bakal merangkul pakar landscape dari Fakultas Tehnik serta Pertanian, hingga dapat mempertimbangkan segi esetika dan agronomi, " kata perwakilan UGM Guyup Rukun, Heru Marwata, pada wartawan.
Untuk mewujudkan janji itu, pihaknya bakal bekerjasama dengan pihak kecamatan. Nanti, taman itu bakal diatur sedemikian rupa, supaya bunga yang mekar satahun sekali itu tak rusak waktu pengunjung membeludak.
Pakar landscape holtikultura UGM, Siti Nurul Rofiqo Irwan mengungkap, untuk pengembangan wisata kebun bunga amaryllis, dibutuhkan segi daya tarik, kenyamanan, serta akses.
Untuk daya tarik, mesti ada sarana penerima pengunjung. Kebun bunga juga mesti dapat memberi kenyamanan untuk pengunjung.
Diluar itu, akses pengunjung seperti jalan di seputar taman, tempat berfoto juga mesti disiapkan. " Saat ini tren selfie di kelompok anak muda. Walau bertaraf rumah tangga, sarana mesti mendukung, " tuturnya.
Disamping itu, Sukadi mengakui duit pertolongan itu bakal dipakai untuk menolong melakukan perbaikan kebunnya. Hingga th. depan, bakal ada jalan yang dapat dipakai untuk pengunjung berfoto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment