TKI Ancam Santet Ibu dengan Dua Anak
SAGULUNG Warga Taman Cipta Asri Blok Vinus Nomer 32, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, - Dian Asmara (28), diancam bakal dibunuh oleh seseorang TKI, Lidya (34), dikarenakan duit Rp700 ribu. Pelaku ikut meneror dua anak Dian, Keisa (7) serta Zidane bayi 10 bln. bila hutang itu tidak dibayar.
Pelaku tidak main-main pada saat meneror korban melalui pesan singkat saat sebelum mendatangi rumah Asmara. Korban dianiaya pelaku sekira jam 10. 30 WIB waktu ada dirumah Joni di Blok Mahoni Nomer 70.
Saat itu pelaku datang menagih hutang. Korban yang takut dengan ancaman pelaku berupaya bersembunyi dirumah warga. Tetapi, pelaku tahu hingga menghajarnya.
Korban alami luka di pipi samping kanan serta bibirnya pecah sesudah memperoleh tamparan oleh pelaku. Bukan sekedar itu, rambut Asmara dijambak pelaku lantaran tak memperoleh duit itu.
Bahkan juga Zidane jadi tujuan amukan pelaku hingga menadapati luka cakar di paha kanannya. Dia coba hindari ancaman pelaku pada saat mau mendatangi tempat tinggalnya.
" Dikarenakan hhutang Rp700 ribu, pinggang saya ditendang, punggung saya dipukuli, serta mulut saya ditampar hingga berdarah-darah. Saya dijambak, anak saya juga ditarik-tarik hingga nangis terkena cakar tangannya, " katanya.
Asmara mengakui mempunyai hutang pada Lidya mulai sejak dua th. lantas, lantaran tidak dapat bayar pelaku mengamuk. Walau sebenarnya korban serta pelaku pernah bertetangga.
Asmara belum dapat membayar hhutang itu karena suaminya beberapa waktu terakhir pergi kerja ke Malaysia. Duit pembayar hhutang yang disediakannya digunakan suaminya buat biaya.
" Memanglah saya telah janji bayar hari ini. Duit itu digunakan suami saya bikin biaya, cocok dia datang tidak ada lagi uangnya lantas dia geram-marah, " ucapnya.
Korban mengharapkan agar pelaku di tangkap polisi lantaran telah menganiaya serta meneror bakal membunuh keluarganya. Pelaku diketehui seseorang janda TKI di Singapura.
Sampai kini Asmara takut berlangsung kenapa-kenapa dengan ke-2 anaknya sesudah diancam pelaku. Bahkan juga pelaku pernah mengemukakan bakal membunuh anaknya lewat cara santet bila tak dapat lewat cara segera.
" Diancam ingin dibunuhnya bila tak langkah kasar lewat cara halus. Lidya kerja di Singapura saat ini tinggal sama adiknya di Perumahan Bukit Permata Blok Jade. Saya berharap dia di tangkap saat sebelum kabur, " kata Asmara.
Warga setempat, Andri menyampaikan tidak paham seperti apa peristiwanya namun dia lihat korban telah menangis minta tolong agar di antar ke kantor polisi. Terasa kasihan Andri segera mengantaranya.
" Tadi telah datang nangis-nangis. Saya segera antar saja ke kantor polisi. Memanglah saat ini siapa yang banyak uang telah terasa hebat seluruhnya, " ucapnya.
(sikibet.com)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment