Obama Akui AS Penyebab Masalah Perubahan Iklim
PARIS – Dalam pidatonya di pembukaan KTT Pergantian Iklim (COP21) di Paris, Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama mengaku bahwa negaranya bertanggungjawab atas bencana pergantian iklim.
“Saya datang juga sebagai pemimpin negara dengan perekonomian paling besar didunia serta emitor ke-2 paling besar untuk menyebutkan bahwa AS bukan sekedar mengerti perannya juga sebagai pembuat permasalahan. Kami juga bertanggungjawab untuk mengatasinya, ” katanya seperti diambil dari CNN, Selasa (1/12/2015).
Menurut dia, kesungguhan itu sudah diperlihatkan sepanjang tujuh th. paling akhir. AS gencar lakukan investasi atas tehnologi ramah lingkungan. Negara adidaya ini dapat mengklaim ambisius kurangi emisi karbonnya.
“Kami sudah tingkatkan pemakaian tenaga angin hingga tiga kali lipat, serta tenaga surya kian lebih dua puluh kali. Pemakaian sumber daya ini, terkecuali lebih murah juga lebih bersih, dan menolong AS mendayakan listrik konvensional, ” ucap Obama.
“Kami menyampaikan untuk tidak infrastruktur yang bakal menyedot bahan bakar fosil tinggi karbon dari tanah. Kami telah menyampaikan iya untuk pertama kalinya berkenaan penetapan standard nasional membatasi jumlah polusi karbon pembangkit listrik yang bisa kami bebaskan ke langit, ” imbuhnya.
Berdasar pada grafik agensi punya PBB, level karbon dioksida Bumi, perlahan-lahan namun pasti alami kenaikan 400 ppm per tahunnya mulai sejak 1984. Dengan rata-rata tingkat karbon dioksida 397, 7 ppm pada 2014 serta masih tetap selalu naik dimuka 2015.
Keadaan ini diperparah oleh El Nino dalam konsentrasi yang lebih tinggi. Mengakibatkan, emisi gas rumah kaca dunia meraih titik paling tinggi pada 2015.
Dilaporkan Reuters, lewat Scientific American, China serta AS adalah negara penyumbang emisi paling besar didunia. Karenanya, mereka berlomba-lomba dengan 150 negara yang lain untuk menggerakkan program menangani emisi sampai 2020.
Sayangnya, program yang digerakkan sampai kini tidak berhasil. Karena tidak penuhi tujuan pengurangan emisi pada 2010 sebesar 3 derajat celcius.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment