Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Ketika Negara Kaya Minyak di Ujung Tanduk



NEW YORK – Perusahaan yang bergerak dalam industri daya sudah banyak menelan kerugian disebabkan anjloknya harga minyak mentah dunia. Bahkan juga, sebagian negara penghasil minyak mentah paling besar didunia juga jadi pihak yang paling terpukul atas anjloknya harga minyak.

Ditulis dari laman CNN, database Rystad Energy UCube, di Inggris manfaat membuahkan minyak per barel, memerlukan cost USD52, 50 atau sekira Rp714 ribu (merujuk kurs Rp13. 600 per USD). Sedang harga minyak yang diperdagangkan sekarang ini sekitar USD42 atau Rp571 ribu (merujuk kurs Rp13. 600 per USD) per barel.

Disamping itu, produksi minyak di Brasil meraih sekira USD49 atau Rp660 ribu per barel, sedang cost produksi sekira USD41 atau Rp557 ribu per barel di Kanada. Bahkan juga, cost produksi di Amerika Serikat masih tetap dibawah harga perdagangan, yaitu USD36 per barel.

Dengan tingginya cost produksi minyak daripada harga jual, jadi bakal susah untuk memperoleh duit. Bukanlah rahasia lagi, banyak perusahaan daya raksasa sudah menginformasikan pemangkasan cost di negara yang mengonsumsi cost produksi tinggi.

Di negara lain dari, Saudia Arabia serta Kuwait bisa memompa satu barel minyak kurang dari rata-rata USD10 atau sekira Rp136 ribu. Irak bisa membuahkan minyak seputar USD10, 70 atau sekira Rp145 ribu per barel.

Kepala Analisa Rystad, Per Magnus Nysveen, menyampaikan harga minyak jatuh pada paruh paling akhir 2014, sesudah diperdagangkan diatas USD100 per barel. Penurunan berlangsung sesudah OPEC mengambil keputusan untuk selalu meneruskan memompa minyak dalam jumlah sama, walau terang ada terlampau banyak pasokan minyak di pasar.

Beberapa pengamat menyampaikan langkah OPEC, yang di pimpin oleh Arab Saudi, didesain untuk menghimpit cost tinggi produsen dari pasar, hingga mereka dapat merebut kembali market share.

 " Produksi Kuat " dari negara-negara OPEC sudah membuat " bantal besar-besaran " dari 3 miliar barel minyak di semua dunia, Tubuh Daya Internasional (International Energy Agency) menyampaikan dalam suatu pernyataan beberapa waktu terakhir.

International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa beberapa besar negara di Timur Tengah, termasuk juga Arab Saudi, Oman serta Bahrain bakal kehabisan duit tunai kurun waktu lima th. bila harga minyak tak naik diatas kurang lebih USD50 per barel. " Eksportir minyak bakal butuh sesuaikan pengeluaran serta pendapatan kebijakan mereka untuk meyakinkan kesinambungan fiskal, " catat IMF saat itu.

(sikibet.com)

No comments:

Post a Comment