Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Kesejahteraan Rakyat Harus Jadi Tolak Ukur bagi Pemimpin



JAKARTA - Ketua Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis prihatin atas kesenjangan ekonomi yang selalu naik sepanjang masa reformasi. Kenaikan itu menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah sampai kini ada yang kurang pas.

Menurutnya, Biaya Pendapatan serta Berbelanja Negara (APBN) alami penambahan yang penting. Tetapi, dalam implementasinya kenaikan biaya itu belum diikuti oleh kenaikan kesejahteraan ekonomi rakyat.

 " Besarnya APBN belum diikuti kenaikan kesejahteraan rakyat. Sekarang ini APBN meraih Rp2. 000 triliun lebih namun kesenjangan semakin tinggi. Ini mesti dikoreksi serta pelajari, " tutur Harry Azhar azis waktu jadi keynote speaker dalam Rembuk Nasional II, yang diselenggarakan Jaringan Indonesia (JARI) bertopik " Merumuskan Blue Print Jalan Baru Ekonomi Indonesia " di Jakarta belum lama ini.

Harry meneruskan, maksud negara Indonesia yaitu wujudkan orang-orang Indonesia yang adil serta makmur. Berarti kesejahteran mesti jadi ukuran untuk kesuksesan seseorang pemimpin.

“Kami di BPK tengah merumuskan bagaimanakah pemakaian biaya mesti dapat membuat kesejahteraan serta kurangi kemiskinan, ”ujarnya.

Oleh karenanya, dia meminta pada Jaringan Indonesia (Jari) yang anggotanya bekas aktivis 98 itu untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang pas.

Ditempat yang sama, Koordinasi Nasional Jaringan Indonesia (Kornas Jari) Yayat Y Biaro, menyampaikan, lewat aktivitas ini diinginkan menimbulkan referensi untuk perbaikan ekonomi serta kurangi kesenjangan.

Juga sebagai bekas aktivis yang turut memperjuangkan reformasi, dia inginkan saat reformasi bisa tambah baik.

“Kita mesti pelajari sistem kebijakan ekonomi pembangunan yang sudah jalan sepanjang 17 th. reformasi, ”ujarnya.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini mengharapkan input serta referensi itu dapat diimplementasikan dengan cara pas. “Dalam rembuk ini ada 50 aktivis yang telah mencapai doktor serta diinginkan pengalaman akademik serta lapangan mereka dapat menelurkan ide strategis untuk bangsa, ” tukasnya.

(Sikibet.com)

No comments:

Post a Comment