Belanja dengan Kartu Kredit, Wajib Perhatikan Ini!
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) selalu mendorong orang-orang Indonesia untuk berpindah dari duit tunai (kontan) jadi nontunai (non-cash) dalam system pembayaran.
Asisten Direktur Departemen Kebijakan serta Pengawasan System Pembayaran Bank Indonesia (BI) Mutiara Sibarani memberi panduan bagaimanakah memakai non tunai seperti kartu debet, kartu credit sampai duit elektronik, hingga bisa mengedukasi orang-orang Indonesia.
" Memakai non tunai itu terdaftar dari duit apa yang kita pakai. Kan ada beberapa macam, ada debet, credit, duit elektronik. Bila debet sudah pasti mesti hati-hati. Slipnya bila di pakai mesti disimpan, " ucap Mutiara pada Sikibet di Jakarta.
" Bila ada apa-apa, kekurangannya dapat dipandang. Selalu bila kita pakai, yakinkan jangan sempat tertinggal di ATM, " sambung Mutiara.
Mutiara memberikan, bila lakukan pembayaran di restoran memakai kartu debet, mesti diikuti berapakah pembayaran yang perlu dibayarkan. Jangan sempat dipakai oleh orang lain.
" Bila duit elektronik dikondisikan seperti duit itu memanglah kita mesti hati-hati. Agar umpamanya tidak jatuh. Dia hilang kartu, dia hilang seluruhnya, " tuturnya.
Menurut Mutiara, duit elektronik terdiri dua, dengan nominal Rp1 juta serta Rp5 juta. Bila untuk nominal Rp1 juta dipakai untuk aktivitas yang lebih simpel, seperti pembayaran parkir kendaraan, ataupun pembayaran jalan tol.
" Bila Rp5 juta resiko besar, namun kita mesti mempunyai rekening di bank penerbitnya, " tuturnya.
Sedang untuk kartu credit, lanjut Mutiara menuturkan, mesti di pastikan pemakainnya sesuai sama kekuatan pemakainnya. " Kita beli Rp5 juta, janganlah hanya dapat bayar Rp2 juta. Kita mesti pakai itu dengan bijak, " paparnya.
Menurut Mutiara, pada intinya duit non tunai (non kontan) ataupun duit tunai (kontan) yaitu keduanya sama duit. Duit tunai serta non tunai juga ada resikonya. Karenanya, BI lakukan edukasi selalu agar orang-orang memahami serta memitigasi resikonya.
" Jadi BI tak diam-diam saja, " katanya.
BI tak membidik berapakah banyak orang-orang berpindah dari duit tunai ke non tunai, tetapi yang terutama yaitu edukasi selalu dikerjakan, karena orang-orang Indonesia ada banyak menaruh duit di bawah bantal.
" Kita tidak katakan tujuan namun peralihan dari orang yang yakin duit kontan. Kan beberapa orang yang nyimpen uangnya dibantal maunya di bank serta memakai uangnya di bank, " tukasnya.
(sikibet.com)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment